04
Jul
08

Tahun Ajaran 2008/2009, Siswa Kejuruan Lebih Banyak

Siswa lulusan tingkat pertama tahun ajaran 2008/2009 ini lebih cenderung mengambil sekolah lanjutan kejuruan dibandingkan dengan sekolah umum, hal itu karena jumlah siswa yang mengambil di sekolah kejuruan tahun ajaran 2008/2009 ini sangat meningkat, baik di wilayah Kabupaten maupun Kota Tangerang.

Kepala SMKN 1 Panongan Drs Jamas Sopiandi, M.Pd mengungkapkan, siswa yang mendaftar di sekolah SMKN 1 Panongan, Panongan, Kab. Tangerang pada tahun 2008/2009 mencapai 738 orang, dibuka sejak bulan Juni 2008. Sedangkan tahun ajaran 2007/2008 lalu hanya mencapai 600 orang di berbagai program keahlian yang meliputi, teknik listrik pemakaian, teknik elektronika industri, teknik pendingin dan tata udara hingga teknik komputer dan jaringan.”Memang tahun ajaran 2008/2009 ini yang mendaftar disini membeludak sekali dibandingkan tahun yang lalu,” kata Jamas.

Jamas menambahkan, wilayah Tangerang ini merupakan wilayah kawasan industri, oleh karena itu masing-masing perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan atau keterampilan yang lebih seperti, kemampuan menganalisa listrik untuk perusahaan, kemampuan membubut, mengelas hingga merakit benda yang ada diperusahaan yang dikelolanya.

“Kami memberikan metode pembelajaran ilmu pendidikan kepada siswa ini dengan cara bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan di Tangerang. Lanjutnya, semua kemampuan siswa yang mengambil program keahlian itu diberikan arahan sesuai perusahaan misalkan, perusahaan yang mengelola keahlian instalansi listrik, maka siswa diberikan arahan sesuai dengan program keahlian listrik,” tambahnya.

Ditempat terpisah salah satu praktisi pendidikan STIE LEPISI Tangerang Roberto Tomahuw, SE, MM mengungkapkan, kemampuan siswa kejuruan dengan siswa sekolah umum tersebut memang sangat berbeda sekali. Pasalnya, siswa kejuruan diberikan program keahlian sesuai dengan jurusan. Oleh karena itu siswa lulusan kejuruan memiliki daya saing bekerja lebih unggul dibandingkan dengan lulusan sekolah umum bagi masing-masing perusahaan.

“Sesuai dengan keinginan atau keputusan masing-masing perusahaan untuk menarik tenaga kerja yang memiliki kualitas yang lebih, saya menyarankan kepada masing-masing sekolah kejuruan itu harus memberikan metode pembelajaran pendidikan berkualitas untuk persaingan era globalisasi,” kata Roberto.

Kepala Seksi SMK Kabupaten Tangerang, Wahyono menambahkan, potensi kemampuan siswa lulusan kejuruan dengan siswa lulusan sekolah umum bisa dikatakan lebih menguntungkan siswa lulusan kejuruan. “Saya yakin siswa lulusan kejuruan itu lebih mudah diterima kerja yang sesuai dengan program keahlian yang telah diambil siswa tersebut, dan selain itu, siswa lulusan kejuruan tersebut akan melakukan usaha sendiri seperti, buka bengkel kendaraan, seorang teknisi komputer, seorang listrik hingga seorang teknisi elektonik,” kata Wahyono.

Sementara menurut salah satu siswa lulusan SMPN 3 Cikupa, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Wahyudin Aliansyah membenarkan bahwa siswa lulusan kejuruan itu memiliki keterampilan yang berbeda dengan lulusan sekolah umum, karena siswa yang mengambil sekolah umum tidak bisa melakukan sesuatu seperti, elektronik, mesin kendaraan hingga instalansi listrik.

“Saya sudah mendaftarkan diri di sekolah kejuruan, karena saya ingin bisa merancang atau merakit kendaran sepeda motor,” kata Wahyudin.

Source : http://www.serpongkita.com


1 Response to “Tahun Ajaran 2008/2009, Siswa Kejuruan Lebih Banyak”


  1. Minggu, April 4, 2010 pukul 12:25 pm

    kepada Temen2 yang perduli ilmu dan ingin menambha pengetahuaanyya di bidang perpajakan, hal yang sangat penting di era yang sekarang ini. mengingat banyaknya permasalahan antara fiskus dan WP timbul karena pengisian SPT yang tidak benar, ada info nie..sayang jika dilewatin…btw tlg sebar, sapa tahu ada yang bener2 ertarik tapi tidak tahu jika ada media kayak gini.
    Pengisian SPT adalah hal wajib bagi perusahaan, baik untuk menyetor PPh akhir tahun karyawannya, penghasilan badan itu sendiri, juga keperluan lainnya. Kesemua hal itu telah diatur dalam UU PPh no 36 tahun 2008 dan peraturan – peraturan penjelasnya. Namun, seringkali wajib pajak kurang memahami Undang – undang tersebut sehingga menimbulkan salah pencatatan maupun pembukuan yang pada akhirnya membuahkan sanksi atau denda yang merugikan perusahaan.

    Untuk itu tax paradise mempersembahkan workshop perpajakan dengan tema “pembukuan dan pencatatan” untuk memfasilitasi peserta dalam memahami dan mempraktekkan tentang pengisian SPT itu sendiri.

    Metode Pelatihan :

    Metode yang digunakan adalah, workshop, simulasi dan praktek.
    info di http://www.pajak-stan.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: