Akhir Juli lalu, Cuil, sebuah mesin pencari baru, telah diluncurkan. Didirikan oleh para mantan pegawai Google, yaitu Anna Patterson, Russel Power dan Louis Monier, dengan dukungan dana tidak kurang dari 33 juta US dollar.
Cuil didirikan dengan tujuan untuk menjadi pesaing Google. Mereka mengklaim mampu melakukan pencarian halaman web lebih banyak dari mesin pencari lainnya, 3 kali lebih banyak dari google, bahkan 10 kali lebih banyak dari pada Microsoft. Cuil mengedepankan privasi pemakainya, sehingga tidak akan pernah menyimpan data-data pribadi pemakainya, termasuk nama, IP address maupun cookie.
Saya mulai menjelajah layanan Cuil, tapi saya jadi bertanya-tanya, benarkah Cuil bisa menjadi pesaing Google? Saya rasa perjalanan masih sangat panjang.
Klaim Cuil bahwa indeks yang disimpan lebih banyak dari mesin pencari manapun, menurut saya paling tidak untuk saat ini, belum terbukti. Ketika saya mencoba melakukan pencarian keyword “darkum sudiro”, hasil yang diberikan sangat tidak sesuai dengan yang saya inginkan. Okelah kalau hasil di halaman depan tidak ada yang menuju ke tera.sirumah.com karena kalah kelas dengan halaman lainnya, mungkin di halaman-halaman berikutnya, tetapi, banyak hasil pencariannya yang menuju ke situs-situs atau halaman-halaman yang ketika kita klik, halaman tersebut tidak ada, atau merupakan sebuah halaman cache-nya proxy. Kemudian, fitur kategorisasi yang diberikan juga saya rasa kurang bermanfaat dalam mempermudah pencarian.
Karena penasaran, saya coba-coba mencari tahu komentar orang-orang mengenai Cuil ini. Ternyata sudah banyak yang me-review, dan sebagian besar memberikan review yang tidak bagus.
Di antaranya adalah :
- Dave Burdick dari Huffington Post mengatakan bahwa Cuil bodoh
- Anita Hamilton dari Time.com memberikan alasan mengapa Cuil tidak perlu dikhawatirkan oleh Google
- PC Magazine menulis The New Cuil Search Engine Sucks
- Cnet juga menurunkan reviewnya.
Masih ada lagi yang lain.
Namun demikian, setelah mendapat berbagai macam kritikan dari sana-sini, mudah-mudahan pengelola Cuil menjadi terpacu untuk meningkatkan kualitas layanannya, sehingga benar-benardapat menjadi pesaing Google. Biar Google tidak dapat semena-mena lagi.
Source : http://tera.sirumah.com/

Namanya situsna kok cukil kayak alat untuk nasi, eh…
cuil
pertamax…
uhm, masa sih bisa nyaingin google. kayaknya ga bakalan deh. klo nomer 2 dari gugel mungkin.
tar selain cuil, kita juga bisa bikin towel, cubit, senggol.
jadi cuil-cuilan, towel-towelan, cubit-cubitan..
huh..memang aneh…
*kabur*
@mas dk
hahah.. alat musik apa tuh mas
baru tau saya cukil itu alat musik
@nana
iya beragam nanti mah
*kejar*
cuman se-Cuil, ga ada yg perlu dikuatirin…
iye cuman se-Cuil
ga bisa bahasa indo lagi
heheh…