Siswa lulusan tingkat pertama tahun ajaran 2008/2009 ini lebih cenderung mengambil sekolah lanjutan kejuruan dibandingkan dengan sekolah umum, hal itu karena jumlah siswa yang mengambil di sekolah kejuruan tahun ajaran 2008/2009 ini sangat meningkat, baik di wilayah Kabupaten maupun Kota Tangerang.
Kepala SMKN 1 Panongan Drs Jamas Sopiandi, M.Pd mengungkapkan, siswa yang mendaftar di sekolah SMKN 1 Panongan, Panongan, Kab. Tangerang pada tahun 2008/2009 mencapai 738 orang, dibuka sejak bulan Juni 2008. Sedangkan tahun ajaran 2007/2008 lalu hanya mencapai 600 orang di berbagai program keahlian yang meliputi, teknik listrik pemakaian, teknik elektronika industri, teknik pendingin dan tata udara hingga teknik komputer dan jaringan.”Memang tahun ajaran 2008/2009 ini yang mendaftar disini membeludak sekali dibandingkan tahun yang lalu,” kata Jamas.
Jamas menambahkan, wilayah Tangerang ini merupakan wilayah kawasan industri, oleh karena itu masing-masing perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan atau keterampilan yang lebih seperti, kemampuan menganalisa listrik untuk perusahaan, kemampuan membubut, mengelas hingga merakit benda yang ada diperusahaan yang dikelolanya.
“Kami memberikan metode pembelajaran ilmu pendidikan kepada siswa ini dengan cara bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan di Tangerang. Lanjutnya, semua kemampuan siswa yang mengambil program keahlian itu diberikan arahan sesuai perusahaan misalkan, perusahaan yang mengelola keahlian instalansi listrik, maka siswa diberikan arahan sesuai dengan program keahlian listrik,” tambahnya.
Ditempat terpisah salah satu praktisi pendidikan STIE LEPISI Tangerang Roberto Tomahuw, SE, MM mengungkapkan, kemampuan siswa kejuruan dengan siswa sekolah umum tersebut memang sangat berbeda sekali. Pasalnya, siswa kejuruan diberikan program keahlian sesuai dengan jurusan. Oleh karena itu siswa lulusan kejuruan memiliki daya saing bekerja lebih unggul dibandingkan dengan lulusan sekolah umum bagi masing-masing perusahaan.
“Sesuai dengan keinginan atau keputusan masing-masing perusahaan untuk menarik tenaga kerja yang memiliki kualitas yang lebih, saya menyarankan kepada masing-masing sekolah kejuruan itu harus memberikan metode pembelajaran pendidikan berkualitas untuk persaingan era globalisasi,” kata Roberto.
Kepala Seksi SMK Kabupaten Tangerang, Wahyono menambahkan, potensi kemampuan siswa lulusan kejuruan dengan siswa lulusan sekolah umum bisa dikatakan lebih menguntungkan siswa lulusan kejuruan. “Saya yakin siswa lulusan kejuruan itu lebih mudah diterima kerja yang sesuai dengan program keahlian yang telah diambil siswa tersebut, dan selain itu, siswa lulusan kejuruan tersebut akan melakukan usaha sendiri seperti, buka bengkel kendaraan, seorang teknisi komputer, seorang listrik hingga seorang teknisi elektonik,” kata Wahyono.
Sementara menurut salah satu siswa lulusan SMPN 3 Cikupa, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Wahyudin Aliansyah membenarkan bahwa siswa lulusan kejuruan itu memiliki keterampilan yang berbeda dengan lulusan sekolah umum, karena siswa yang mengambil sekolah umum tidak bisa melakukan sesuatu seperti, elektronik, mesin kendaraan hingga instalansi listrik.
“Saya sudah mendaftarkan diri di sekolah kejuruan, karena saya ingin bisa merancang atau merakit kendaran sepeda motor,” kata Wahyudin.
Source : http://www.serpongkita.com








Komentar Terakhir